ARTI PERMEN “MINTZ”
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Pendidikan Prodi
PEP Kelas B
Refleksi Pertemuan Ke 10 pada Rabu, 29 November 2017
Oleh: Dyah Ayu Fitriana
Pada
pertemuan ke-10 Perkuliahan Filsafat Ilmu dengan dosen pengampu Prof. Dr.
Marsigit, M.A. di hari Rabu tanggal 29 November
2017 pukul 11.10 s.d. 12.50 di ruang 200B Gudung lama Pascasarjana. Beliau
memulai pertemuannya dengan berdoa yang serius bersama menurut agama dan kepercayaan
masing-masing. Agama Islam membaca surat Al Fatihah dan yang lain menyesuaikan.
Apa maksud dari judul refleksi saya kali ini? Ya tentang
permen Mint. Sebelumnya kita disuruh menebak benda apa yang dibawa pak Marsigit
pada waktu itu. semuanya menerka nerka di dalam hati. Apakah ini merupakan
bagian tugas dari pertemuan sebelumnya (mengenai nonton wayang?). Ah sudahlah, ini bukan tebak tebakan ala cak
lontong. Dan taraaa benda itu adalah sebungkus permen mintz yang bapak ambil
dari mobilnya (yang sudah lama berada di mobilnya). Apa hubunganya permen
dengan tebak-tebakan dan permen mint? Pasti semuanya penasaran dan semakin
bingung di dalam pikiran (eits jangan lupa tetap jaga hati)
Sebelum melihat benda itu, pasti kita menebak-nebak saja
sesuai dengan ciri-ciri yang diberikan pak Marsigit. Saat ini, secara langsung
kita semua dapat melihat benda tersebut yaitu sebungkus permen mintz dengan
rasa blueberry. Menurut Immanuel Kant,
terdapat empat kategori yaitu kualiti, kuantiti, relation, dan mortalitas.
Inilah bekal untuk hidup, ini juga yang dinamakan intuisi. Permen itu selain
bisa dilihat juga dapat dirasakan (pak marsigit membagikan permen mintz itu
kepada teman sekelas) dan kita semua bisa melihat, menyentuh, dan merasakan
permen mint rasa blueberry tersebut. Inilah
yang dinamakan praktek filsafat oleh Pak Marsigit.
Berbicara
tentang filsafat, filsafat itu memahami kenyataan dan menjelaskan pikiran. Maka
hal yang sudah kita ketahui seperti contohnya pada permen mintz tadi coba
jelaskanlah, kita bisa mengatakan jika itu memiliki rasa yang mint dan manis. Ya
sungguh praktek pembelajar filsafat yang jauh diluar pikiran dan pengalaman
saya. Tentu ini semua menambah ilmu tentang filsafat dalam diri saya sendiri.
Comments
Post a Comment