Skip to main content

BAHASA FILSUF BERBAHASA INGGRIS

BAHASA FILSUF BERBAHASA INGGRIS
Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Pendidikan Prodi PEP Kelas B
Refleksi Pertemuan Ke 11 pada Rabu, 6 Desember 2017
Oleh: Dyah Ayu Fitriana

Pada pertemuan ke-11 Perkuliahan Filsafat Ilmu dengan dosen pengampu Prof. Dr. Marsigit, M.A. di  hari Rabu tanggal 6 Desember 2017 pukul 11.10 s.d. 12.50 di ruang 200B Gudung lama Pascasarjana. Beliau memulai pertemuannya dengan berdoa yang serius bersama menurut agama dan kepercayaan masing-masing. Agama Islam membaca surat Al Fatihah dan yang lain menyesuaikan.

---------------------------------------------------------------------------------------------------------------- 

Cerita indah yang bapak Marsigit sampaikan di awal perkuliahan hari itu. Sebelumnya, pak Marsigit bercerita jika beliau sudah tidak menjabat sebagai sekretaris di senat UNY maka beliaupun sudah berpindah ruangan di FMIPA (beliau juga dosen S1 di FMIPA). Hari ini beliau mendapatkan amanat baru setelah melepaskan amanat lamanya, yaitu menjadi direktur di Pascasarjana UNY. Sungguh luar biasa beliau ini. Memiliki latar belakang pendidikan yang luar biasa bagi saya, memiliki pengetahuan yang tinggi, serta memiliki kesempatan dalam menjalankan amanat dari UNY. Sungguh itu membuat saya terkagum-kagum dan bangga.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pembelajaran menggunakan ekspositori, menampilkan bacaan dari filsuf yang berbahasa Inggris dengan judul The Critic of Pure Reason by Immanuel Kant (filsafat yang identik dengan bahasa analog dan kini ditulis dengan analog berbahasa inggris? Sungguh membuat kita tambah kacau pikirannya).
Dari bacaan tersebut, kita diminta untuk membaca dan mengartikan apa yang dimaksud dari tulisan itu. Walaupun, ilmu bahasa inggris saya masih rendah, saya berusaha untuk membaca secara saklek arti per kata dari kalimat yang diminta pak marsigit untuk mengartikan. Dengan cepat, saya membuka google translate untuk mempermudah mengartikannya. Tapi tetap saja, bingung dengan maksud dari kalimat itu meskipun sudah berbantuan google translate.
Pak Marsigit berkata yang kita lakukan adalah membaca tanpa mengerti dan itu berarti kita seorang belalang. Dikatakan belalang karena melihat tanpa mengerti. Jika diekstensikan bisa saja membaca tanpa mengerti. Jangan dikira setiap orang mengerti walaupun sudah membaca. Jika orang yang tidak mengerti artinya belum ikhlas dalam pikirannya. Dalam satu kalimat yang baru saja dibaca tanpa dimengerti barusan terdapat banyak arti pikiran dengan menggunakan beda kata. Itulah bahasa analog.


Comments

Popular posts from this blog

Konversi Tahun pada Turbo Pascal

Script Program Selamat mencoba :)